Mengenai Saya

Foto saya
DKI Jakarta , Banten, Pamulang, Indonesia
Mahasiswa jurusan desain grafis disebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Mencintai seni, traveling dan dunia fotografi. Sebuah pribadi yang biasa, senang membantu, sangat mudah tertawa pada hal-hal yang tidak begitu penting untuk ditertawakan, dan berpikir instan disaat waktu terjepit. Mengisi hari-hari dengan kuliah atau mungkin membolos untuk berjalan kesuatu tempat yang membuat hatinya penasaran untuk didatangi. Sedang mencoba untuk menulis dari beberapa tempat yang pernah didatangi, momen indah menggunakan sebuah alat yang bernama kamera.

Rabu, 23 September 2009

Babeh Suryana pembangun mesin Vespa

Perkenalkan Pak Suryana montir vespa small frame di daerah saya, tidak ada yang ingat dengan jelas tanggal kapan bapak ini lahir, termasuk si enyak dan bapak itu sendiri...

si bapak yang akrab disapa dengan panggilan "babeh" ini telah lama menggeluti dunia perbengkelan sepeda motor vespa...

Cerita awalnya adalah pada tahun 1970, waktu itu dia menjadi seorang kepala perbengkelan sepeda motor ternama di daerah tanjung priok jakarta... banyak prestasi yang dibangun babeh, salah satunya menjadi montir vespa nomor 1 se indonesia, "tuh ada penghargaanya langsung dari piaggio Itali" sahut babeh

Sayang.. kurangnya biaya membuat babeh harus mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekolah untuk bakat keahlian vespa-nya.

Ditambah seiring waktu berjalan usaha perbengkelan vespa mulai ditinggalkan pasarnya, karena munculnya produk sepeda motor yang lebih praktis, mudah dan baru... dan itu membuat bengkel tersebut tidak menangani vespa lagi...

Babeh yang waktu itu bersikeras untuk tetap bergelut di dunia vespa akhirnya meninggalkan bengkel tersebut yang sudah bertahun-tahun lamanya menjadi tempat ia mencari uang. "babeh udah cinta mati sama vespa.." sahut enyak.

Suami istri ini berjuang lewat dunia perbengkelan ini dengan bermodalkan keberanian, babeh pun membangun sebuah bengkel vespa sendiri di daerah pelumpang, sayang.. tahun 1998 terjadi penjarahan besar-besaran di kota jakarta.. dan babeh menjadi salah satu korbannya... habislah usaha perbengkelannya..

38 tahun lamanya babeh dan enyak menikah dan membangun usaha perbengkelan vespa ini, dikaruniai 5 orang anak. sayang hanya 2 anaknya sekarang yang tersisa, sedikit demi sedikit mereka membangun usaha ini.

sampai akhirnya 2 tahun lalu ia bermukim di daerah dekat rumah saya pamulang, setelah beberapa kali berpindah tempat. ya, tempat ini hanya sebuah bedeng saja, petak berukuran 1,5 x 3 meter ini lah tempat dimana babeh dan enyak membuka usaha dan tidur pada setiap harinya.

banyak kisah yang dilewati pasangan ini, mulai dari cerita dibangunkan pelanggan subuh dan tengah malam, sampai kemalingan barang. melihat bangunannya ini yang hanya ditutupi oleh terpal rasanya jauh dari rasa aman.

namun tidak ada rasa sedih bagi babeh, selama bisa menghabiskan waktu menangani vespa.

"hidup mati saya disini" sahut kakek berusia 70 tahun ini.
(dika)

Tidak ada komentar: